Apa itu Rasa tidak berharga ?
Aku Ingat pertanyaan yang ku ajukan kepada Guru ?
Guru Kenapa dunia ini dipenuhi Dualitas ?
Hitam putih, Siang Malam, Sedih Bahagia, Benar Salah, Baik Buruk, Langit Bumi, Berharga tak berharga..
Guru hanya tersenyum dan berkata kepadamu "semua sudah seperti apa adanya"
Guru, setelah kau diam sedemikian lama akhirnya kau berkata
Sudah cukupkah meditasimu melihat semua sebagaimana apa adanya?
Sudah cukup membedakan apa yang tak semestinya di beda-beda kan?
Biarkan semua mengalir..mengalir ..apa adanya
Biarkan rasa tidak berharga itu berlalu..seperti awan hitam di langit biru
Semua akan berlalu, semua pasti berlalu, semua seperti apa adanya
Maknai lagi arti kata-kata saat kamu berlatih meditasi jalan
"Appear..Disappear..Appear..Disappear..Appear..Disappear..Appear..Disappear.."
Yah semua yang muncul..akan menghilang..lenyap..raib..
Ada saatnya bertelut kepada Tuhan dan berbisik dalam hati
Ok God, The Problem is my own !
Semua sudah seperti apa ada nya..biarkan dia mengalir..biar hati mu belajar..
Bahwa tak semua kerja keras harus di hargai
Ingat cerita Fr.Anthony de Mello di buku nya yang berjudul Burung Berkicau ?
Nah kalau ingat kamu cukup berkata "Baiklah.."
Suatu waktu ada gadis desa yang hamil tanpa suami. Tentu saja orang tuanya mengamuk, kemudian memaksa agar puterinya menunjuk lelaki yang menghamilinya. Di tengah kekalutan, remaja belasan tahun ini kemudian menunjuk orang tua bijaksana di pinggir hutan. Dan marahlah warga desa, kemudian ramai-ramai menyerahkan gadis hamil ini. Di tengah amukan dan cacian warga, orang tua bijaksana ini menerima gadis hamil tadi dengan berucap tenang: “Baiklah..Baiklah"
Orangtua bijaksana itu ...jatuh namanya. Tidak ada lagi orang yang datang untuk meminta wejangannya.
Orangtua bijaksana itu ...jatuh namanya. Tidak ada lagi orang yang datang untuk meminta wejangannya.
Ketika peristiwa itu sudah berlalu, gadis itu melahirkan ..dia dan bayinya dirawat baik baik. Tanpa keluhan, tanpa keributan, tanpa kemarahan. Merasa dirinya diperlakukan sangat baik, ibu muda ini dihinggapi rasa bersalah mendalam kepada orang tua bijaksana tadi. Kemudian dia akhirnya mengaku ke orang desa bahwa bukan orang tua bijaksana itu yang menghamilinya, melainkan sejumlah lelaki tidak bertanggungjawab. Maka kembalilah warga desa ke pinggir hutan sambil minta maaf. Lagi-lagi orang tua bijaksana ini berucap "Baiklah..Baiklah"
kalau semua nya adalah kesalahanku "Baiklah"
kalau semua nya adalah dosa-dosaku "Baiklah"
kalau semua nya adalah "masalahku" "Baiklah"
kalau semua nya harus ku tanggung sendirian "Baiklah"
As simple right :)
Kata "Baiklah" ini pereda kemarahan, begitu kata mu guru
Di mata kepintaran, orang tua bijaksana ini masuk kotak kebodohan, tapi di mata mahluk tercerahkan orang tua ini sudah mengalami kesempurnaan kesabaran sebagai ciri mahluk tercerahkan.
Api yang mau dipadamkan dengan api berakhir dengan keseharian yang semakin terbakar..jadilah air..padamkan apinya..
Baiklah saya akan belajar lagi kembali pada keluarga saya, seperti permintaanmu, saya menghargai nasihatmu, saya akan berhenti berselingkuh kesana sini, dan belajar fokus pada keluarga saya, meskipun suami saya belum ada keinginan berubah seperti yang saya ceritakan diatas sampai saat ini,saya akan tetap bersemangat, saya akan tetap menunggu nya sampai dia berubah, entah sampai kapan..
Saya berhenti mengirim pesan apapun kepada kamu, serindu apapun saya kepada kamu,saya tak akan mengirim pesan apapun lagi, saya akan menghilang sekali lagi dari hidupmu, saya akan menghilang selama nya, demi kamu..supaya kamu merasa aman,nyaman, saya pastikan saya tak akan menjadi ancaman buat kamu dan keluargamu lagi,
Kemarin, saat kamu menghubungi saya lewat Line, saya senang sekali, hari-hari saya berbunga , saya begitu bahagia, saya bersemangat sekali menjalani hari-hari saya,saya fikir dengan naif nya, kamu masih memperdulikan saya..
Tapi..akhirnya saya sedih karena ternyata kamu menghubungi saya dengan alasan tidak ingin saya mengganggu orang-orang di sekeliling kamu, kamu masih menganggap saya masalah buat kamu, ancaman dan teror buatmu, tapi ga apa-apa .."baiklah" saya terima semua pernyataan kamu, kamu benar, saya memang bermasalah..
Saya ingin sekali bisa terus berkomunikasi dengan kamu, tapi kalau malah jadinya membuat kamu tidak nyaman, emosi, buang-buang energi, dan ketakutan, lebih baik jangan, saya tak ingin merusak cita-cita kamu sekali lagi, lakukanlah apa yang menurut kamu benar, yang terbaik , apa yang membuat kamu merasa aman, dan nyaman
Saya tak ingin merusak hari-hari mu di New Zealand, masih banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan demi keluarga mu, saya mengerti, kamu harus protect diri kamu dari hal-hal yang mungkin bisa mengganggu semangat dan kelancaran usaha mu, kamu benar, tidak seharusnya kita berjumpa lagi, jauhi saya , saya bermasalah
Saya lupakan cita-cita untuk datang ke Ausie dan NZ, saya lebih baik menyusun cita-cita lain, saya tak ingin kehadiran saya di dua negara itu sewaktu-waktu mempersulit kamu dan keluargamu, karena banyak sikap saya yang di luar nalar, saya lakukan spontan, karena rasa takut kehilangan, dan itu sangat mengganggu kamu..
dan saya saat ini benar-benar kehilangan kamu
saya janji saya akan baik-baik saja, kamu tak perlu khawatir, saya akan gapai apa yang harus saya gapai, kamu tak perlu memperdulikan saya lagi..
Selamat tinggal sayang..cinta saya abadi untuk kamu..meski saya tahu sekalipun kamu tidak pernah mencintai saya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar